Selasa, 23 Juni 2009

Jas Seharga 1,1 Miliar?


Di Inggris desainer pakaian mewah Alexander Amosu akan memperkenalkan jas pria hasil rancangannya di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Jas itu akan dijual sebesar 70.000 poudsterling atau sekira Rp1,1 miliar.
http://www.upscalehype.com/wp-content/uploads/2009/04/amosu_suit-468x702.jpg
Pengamanan ekstra disiapkan untuk mengawal jas yang disebut-sebut termahal di dunia itu. Mobil Range Rover anti peluru yang akan membawa jas mewah itu.

Bahan jas dibuat dari kain termahal yang ada saat ini. Untuk merampungkan jas itu, dibutuhkan waktu 80 jam dan 5.000 jahitan. Jika dirata-rata, setiap jahitan bernilai Rp221.000.
http://www.sojones.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/04/alexanderamosusuitcloseup.jpg
Bahan yang digunakan antara lain adalah vicuna, benang yang diambil dari binatang langka sejenis unta yang hidup di Afrika Selatan. Binatang itu hanya menghasilkan benang wol setiap 3 tahun.

Bahan lainnya adalah qiviuk, wol termahal di dunia yang didapat dari hewan berbulu lebat Muskox yang hidup kawasan Artik. Bahan-bahan itu pernah digabungkan untuk membuat salah satu pakaian termahal di dunia bernama Vanquish II.

yang tak kalah menarik adalah penggunaan emas 18 karat dan berlian.

sang Desainer berkomentar, krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini tidak menghentikan permintaan kepada para desainer fesyen.
http://www.platinum.matthey.com/uploaded_files/news%20room%20pics/amosu_100,000_dollar_suit.jpg
"Membeli jas Alexander Amosu merupakan kemewahan yang tak ternilai. Kami membuat jas termahal menggunakan bahan yang berkarakter kuat, bergaya, dan individual," kata Amosu desainer jas tersebut..

"Saya yakin di tengah krisis ini, masih ada permintaan untuk pakaian berkualitas," tandasnya.
http://www.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01388/expensive-suit_1388980i.jpg
Amosu dikenal sebagai desainer pakaian mewah dan produk teknologi. Pengusaha yang berbasis di London itu mengawali bisnisnya dengan menggubah dan menjual lagu untuk ringtone telepon seluler. Pada 2008, The Times memasukkan Amosu dalam 40 besar tokoh berpengaruh dalam dunia bisnis.

1 Comment:

sad said...

Water clocks did not depend on the observation of the sky or the thomas sabo sun. The earliest water clock was discovered in the tomb of Amenhotep I who was buried around thomas sabo online shop deutschland 1500 B.C. Greeks called them clepsydras ; they were stone boxes with sloped sides that allowed water to drip thomas sabo anhänger at an almost unceasing rate from a small hole in the bottom.Other clepsydras were cylinders or thomas sabo charm club anhänger bowl formed engineered to slowly fill up with water coming in at a near sustained pace. Markings on the thomas sabo anhänger günstigangebote thomas sabo anhänger at night, it is thought they were utilized in the day hours too. A metal bowl with a hole the bottom was placed in a bigger bowl crammed thomas sabo charm with water.It would fill and then sink in a certain quantity of time.Since water flow was not exactly predictable sabo charms and difficult to control the flow accurately, timepieces that depended on water were very inadequate. People sabo charm were drawn to develop more accurate ways of measuring and telling time.The development of quartz crystal clocks and timepiecesthomas sabo anhänger sale depended on the crystal size, shape, and temperature to create a frequency.

Poskan Komentar