Senin, 01 Juni 2009

Tambang Grasberg Yang Mengenaskan

Tambang emas terbesar #1 dan tambang tembaga terbesar #3 di dunia, meskipun namanya Grasberg, tambang ini terletak di Indonesia, tepatnya di sebelah Puncak Jaya di Papua. Karyawannya berjumlah 19.500 orang dan dimiliki oleh Freeport-McMoran dari Amerika Serikat. Tahun 2006, tambang ini berhasil memproduksi 610,800 t tembaga, 58,474,392 g emas, dan 174.458.971 g perak.

http://cpraband.files.wordpress.com/2008/08/grasberg-1.jpg

Kira-kira apa yang ditimbulkan dari tambang ini? Padahal letaknya dekat sekali dengan puncak gunung tertinggi di Indonesia.


Tambang ini terletak dekat dengan glasier pegunungan tropis yang sangat jarang yang berperan sebagai indikator perubahan iklim di daerah itu. Pencuraman bukit karena aktivitas pertambangan, juga gempa bumi dan curah hujan yang sangat tinggi, menyebabkan longsor mematikan di daerah tambang.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/02/GrasbergMine_ISS011-E-9620.jpg

Sementara proyek reklamasi lanskap telah dimulai di tambang itu, kelompok lingkungan dan warga lokal mengkhawatirkan kemungkinan kontaminasi tembaga dan drainase batu asam ke sistem sungai sekitar, permukaan tanah, dan air tanah. Freeport berkilah bahwa apa yang mereka lakukan sesuai dengan standar industri, dan telah disetujui oleh lembaga survei.

Freeport dan Rio Tinto telah dikeluarkan dari portofolio investasi Dana Pensiun Pemerintah Norwegia, pemberi dana pensiun terbesar kedua di dunia, karena kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh Tambang Grasberg. Saham senilai US$ 870 juta dikeluarkan dari pendanaan ini sebagai akibat dari keputusan Norwegia.

http://www.ptfi.com/news/video/2004/images/grasberg.gif

Akankah Puncak Jaya kehilangan saljunya sebagaimana Gunung Kilimanjaro?


1 Comment:

sad said...

Water clocks did not depend on the observation of the sky or the thomas sabo sun. The earliest water clock was discovered in the tomb of Amenhotep I who was buried around thomas sabo online shop deutschland 1500 B.C. Greeks called them clepsydras ; they were stone boxes with sloped sides that allowed water to drip thomas sabo anhänger at an almost unceasing rate from a small hole in the bottom.Other clepsydras were cylinders or thomas sabo charm club anhänger bowl formed engineered to slowly fill up with water coming in at a near sustained pace. Markings on the thomas sabo anhänger günstigangebote thomas sabo anhänger at night, it is thought they were utilized in the day hours too. A metal bowl with a hole the bottom was placed in a bigger bowl crammed thomas sabo charm with water.It would fill and then sink in a certain quantity of time.Since water flow was not exactly predictable sabo charms and difficult to control the flow accurately, timepieces that depended on water were very inadequate. People sabo charm were drawn to develop more accurate ways of measuring and telling time.The development of quartz crystal clocks and timepiecesthomas sabo anhänger sale depended on the crystal size, shape, and temperature to create a frequency.

Poskan Komentar