Rabu, 03 Juni 2009

Laut Dalam Yang Misterius

Lautan merupakan habitat terbesar di bumi. Dibalik selubung kebiruannya, masih tersimpan banyak rahasia yang belum terungkap. Hingga kini sebagian besar kehidupan di laut dalam belum benar-benar diketahui.

Secara umum, wilayah perairan laut yang luas ini dikelompokkan dalam lima bagian. Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, Samudra India, Laut Selatan, dan Laut Arktika. Karena itu tipelogi kehidupan laut berdasarkan pembagian areanya dikelompokkan dalam lima bagian ini.

http://oceanexplorer.noaa.gov/explorations/04deepscope/background/deeplight/media/fig3b_600.jpg

Terlepas dari klasifikasi, menelusuri kehidupan di lautan memang tak kalah menarik dibanding kehidupan di daratan. Bahkan kehidupan di lautan lebih kompleks, lebih variatif, dan lebih tertutup. Dari wilayah pantai, lautan dangkal, selat, teluk, sampai lautan dalam, samudra luas, bahkan palung-palung laut.

http://andyan.files.wordpress.com/2008/10/1_australianewspecies_461.jpg

Struktur lantai lautan juga bergunung-gunung, berlembah, dan berpalung. Semuanya punya sistem kehidupan sendiri-sendiri yang sangat variatif dan beragam. Tergantung tingkat kedalaman air, kemampuan sinar matahari menembus laut, suhu, iklim, dan arus air.

Zona Laut
Paul Bennet dalam The Natural World – Under The Ocean, memaparkan bahwa para ilmuwan telah membagi lautan menjadi lapisan atau zona yang jelas. Ada kawasan yang disebut perairan dangkal, zona twilight, lautan dalam.

Bagian laut yang terdekat dengan kehidupan daratan adalah perairan dangkal yaitu wilayah laut yang dekat dengan tepi pantai. Zona ini mendapat limpahan cahaya matahari yang berkecukupan. Kehidupan di zona ini sangat beragam dan tempat yang paling disukai ikan-ikan yang kita kenal.

http://www.fotografer.net/images/artikel/upload/ek4.jpg

Setelah perairan dangkal zona berikutnya adalah zona twilight. Yaitu kawasan perairan yang masih bisa ditembus matahari walau tak “semewah” perairan dangkal. Zona ini bisa dikatakan batas jangkauan matahari mampu menembus lapisan lautan. Karena itu kehidupan di sini mulai sedikit, namun masih bisa ditinggali jenis-jenis bunga karang. Ikan berukuran besar juga suka berada di antara zona twilight ini atau mengapung di permukaan laut dalam.

Zonasi lautan yang paling gelap dan dingin adalah laut dalam (termasuk palung laut). Masih sedikit sekali yang diketahui tentang kehidupan di zona ini.

Gelap Pekat
Lautan dalam adalah zonasi yang paling misterius dan sangat tidak ramah. Suasanananya seram, gelap, pekat. Kegelapannya hampir serupa dengan lubang gua terdalam di bumi.

Kegelapan abadi di laut dalam terjadi karena sinar matahri tak bisa menembusnya. Cahaya “kehidupan” itu hanya bisa mencapai kedalaman 1.000 meter. Ini berpengaruh pula pada suhunya yang sangat dingin dan tekanan air yang luar biasa besar.

http://2.bp.blogspot.com/_-PVJxNB2trs/SHoeUPDlsTI/AAAAAAAAA24/wt2-6aSs3uo/s400/deiopea.jpg

Begitu pun, penelitian terakhir menunjukkan bahwa di zona ini pun masih juga dihuni mahluk hidup. Hewan-hewan laut dalam ini adalah mahluk istimewa yang punya adaptasi khusus dengan lingkungannya yang sangat ektrim dan keras.

http://smasambit-po.sch.id/wp-content/uploads/2009/02/atlanta-peroni1.jpg

Biasanya hewan-hewan laut dalam ini punya kemampuan mengeluarkan cahaya, warna-warni indah di kegelapan. Bentuk-bentuk hewan laut dalam ini juga sangat aneh dan tidak lazim seperti kehidupan di dua zonasi yang mendapat sinar mentari.

Beberapa spesies yang sudah dikenali dari lautan hitam yang dingin ini seperti ubur-ubur kaca, ikan pengail (angler fish), belut penelan, ikan tripod (tripod fish), ikan ekor tikus.



3 Comments:

sad said...

guoweigang Water clocks did not depend on the observation of the sky or the thomas sabo sun. The earliest water clock was discovered in the tomb of Amenhotep I who was buried around thomas sabo online shop deutschland 1500 B.C. Greeks called them clepsydras ; they were stone boxes with sloped sides that allowed water to drip thomas sabo anhänger at an almost unceasing rate from a small hole in the bottom.Other clepsydras were cylinders or thomas sabo charm club anhänger bowl formed engineered to slowly fill up with water coming in at a near sustained pace. Markings on the thomas sabo anhänger günstig inside of the bowl marked the passage of the hours. Though this was employed primarily angebote thomas sabo anhänger at night, it is thought they were utilized in the day hours too. A metal bowl with a hole the bottom was placed in a bigger bowl crammed thomas sabo charm with water.It would fill and then sink in a certain quantity of time.Since water flow was not exactly predictable sabo charms and difficult to control the flow accurately, timepieces that depended on water were very inadequate. People sabo charm were drawn to develop more accurate ways of measuring and telling time.The development of quartz crystal clocks and timepiecesthomas sabo anhänger sale depended on the crystal size, shape, and temperature to create a frequency.

adiet cooper said...

aneh...!!!

Budi Makmur said...

Individual Wealth Management
Business and Marketing
Commercial Real Estate
Delicious Nutritious Recipes
accumulated depreciation accounts

Poskan Komentar