Jumat, 01 Mei 2009

Tugu Pancoran Punya Misteri?


seperti di lihat di gambar kita akan membahas patung PANCORAN… pasti semua bertanya tanya mengenai arah tangan dari patung pancoran. hal seperti ini juga terjadi pada diri saya yang selalu bertanya tanya mengapa arah tangan patung pancoran mengacung ke arah utara???
mengapa tidak ke arah timur. atau selatan?? mengapa pula tidak mengarah ke istana???

Hal inilah yang akan saya coba jawab dalam thread ini…
patung yang biasa di sebut patung pancoran ini sebenarnya bernama asli patung dirgantara. karena letak nya yang berada di daerah pancoran, patung ini biasa di sebut patung pancoran. patung ini memiliki tinggi 11 meter dan terbuat dari 11 ton perunggu serta memiliki landasan berbentuk lengkungan dari beton setinggi 27 meter. Dirancang oleh Edhi Sunarso, dibuat oleh seniman Keluarga Arca dari Yogyakarta, dan diawasi langsung oleh Presiden Soekarno sendiri, patung ini selesai dibangun dalam dua tahun (1964-1965).

Ada gosip yang mengatakan bahwa Presiden Soekarno harus menjual mobilnya untuk membiayai pembuatan patung ini. Sayangnya sekarang monumen ini tertutupi oleh jalan layang dan jalan tol, dapat Anda lihat fotonya di galeri.

inilah potret pancoran tempoe doloe…

Arah tangan patung pancoran…!!!

beberapa cerita tentang misteri acungan tangan patung pancoran terus mengalir selama beberapa dekade. beberapa orang menceritakan bahwa patung ini menhadap ke sebuah pelabuhan sunda kelapa yang merupakan jantung peradaban bangsa indonesia selama di jajah belanda. ada juga yang mengatakan bahwa patung ini mengarah ke sebuah lokasi harta karun peninggalan Ir. Soekarno yang konon bisa melunasi hutang negara indonesia.

5 Comments:

Pandhu said...

wihh ..nice info

Anonim said...

yang w tau arau tangan nya menunjuk k rusia..

sandy said...

jalan di sekitar patung pancoran zaman dulu kayak jalan di perumahan zaman sekarang

sad said...

guoweigang Water clocks did not depend on the observation of the sky or the thomas sabo sun. The earliest water clock was discovered in the tomb of Amenhotep I who was buried around thomas sabo online shop deutschland 1500 B.C. Greeks called them clepsydras ; they were stone boxes with sloped sides that allowed water to drip thomas sabo anhänger at an almost unceasing rate from a small hole in the bottom.Other clepsydras were cylinders or thomas sabo charm club anhänger bowl formed engineered to slowly fill up with water coming in at a near sustained pace. Markings on the thomas sabo anhänger günstig inside of the bowl marked the passage of the hours. Though this was employed primarily angebote thomas sabo anhänger at night, it is thought they were utilized in the day hours too. A metal bowl with a hole the bottom was placed in a bigger bowl crammed thomas sabo charm with water.It would fill and then sink in a certain quantity of time.Since water flow was not exactly predictable sabo charms and difficult to control the flow accurately, timepieces that depended on water were very inadequate. People sabo charm were drawn to develop more accurate ways of measuring and telling time.The development of quartz crystal clocks and timepiecesthomas sabo anhänger sale depended on the crystal size, shape, and temperature to create a frequency.

Thomas Ardianto said...

WOW! memang sih ada cerita bahwa suatu saat harta Soekarno akan diberikan kepada rakyat untuk melunasi hutang negara!

Poskan Komentar