Minggu, 19 Juli 2009

Rumah Mobil Yang Unik

Dengan adanya ancaman pemanasan global (global warming) dewasa ini dan mulainya era baru migrasi massal dari kota-kota pantai, selalu mobile (bergerak) adalah ide yang cemerlang dan boleh dibilang gaya hidup di masa yang akan datang. Untuk mereka yang ingin selalu siap pergi kemana saja dengan keluarga dan seisi rumahnya mungkin desain-desain mobile home unik ini bisa dijadikan pilihan. Buat orang Indonesia yang punya tradisi mudik, cocok banget.


1. Rolling Stone Home

Nice Architects yang berbasis di Slovakia ini punya ide bagus untuk mobile-homers masa depan: The Rolling Stone Eco-Capsule. Rumah mobile ini dibuat dengan konsep yang ramah lingkungan, bertenaga mandiri, dan sosoknya lumayan keren .


2. Konsep Caravan "Cubist" yang Cantik

Buat yang gak suka model klasik, rumah mobile dari Harvest Gold ini tampak lebih menarik. Berarti "multi-sel" dalam bahasa Jerman, karavan konsep Mehrzeller ini memaksimalkan space interior dengan menampilkan eksterior poligon organik yang mencerminkan kristal-kristal mineral alami. Karavan Mehrzeller ini berasal dari Graz, Austria, kota kelahiran "Gubernator" California, Arnold Schwarzenegger.

3. Ford Airstream

Konsep Airstream dari Ford ini akan menyuguhkan konsep teknologi dengan sel bahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan sekaligus stylish dengan warna silvernya, tentu saja dengan membawa nama besar Ford, mengembalikan kejayaan tenaga hidrogen yang dulu pernah diabaikan.

4. Trailer yang Bisa Dilipat

Desainer asal Jerman, Niels Caris, menciptakan the Foldoub Trailer, trailer yang bisa "dilipat". Ditarik (digandeng), parkir, lalu tekan tombol, dan keseluruhan kit ini akan membuka seperti desain rumah pop-up. Sayangnya the Foldoub Trailer ini gak punya dapur, kamar mandi, atau tempat penyimpanan memadai. Bakal jadi masalah untuk bepergian yang terlalu jauh. Tapi kalo dibawa mudik lewat pantura yang ramai, sih, gak masalah.

5. Memaksimalkan Area 252°

Wahana "The 252° Living Area" ini diciptakan oleh desainer asal Perancis, Stephanie Bellange. Cukup mungil untuk bisa digandeng dengan Honda Jazz atau Suzuki Swift, trailer 3-roda ini akan melar dengan sendirinya saat lapisan luarnya dibuka, diikuti dengan bagian-bagian interiornya. Mirip bunga yang lagi mekar.

6. Buat yang Suka Berkemah


The Colim Modular Camper, adalah sebuah mobil, trailer, sekaligus rumah bergerak. Parkir saja di bumi perkemahan, lalu muter-muter sejenak dengan modul covertible kendaraan roda-duanya. Interiornya yang kebanyakan dari bahan organik indah secantik eksteriornya. Didesain ramah lingkungan dan bertenaga mandiri dengan panel surya di atapnya dan mesin hybird dibalik bodinya.

7. Luxury Teardrop Trailer

The T@B XL, mengambil konsep teardrop trailer klasik tapi dengan sentuhan kemewahan baru. Dibuat oleh Knaus Tabbert. Cuma harganya yang mahal mencapai US$60K. Duh...

8. Mobile Home dari GM

Rumah bergerak yang didesain oleh General Motors Advanced Design Group ini sepertinya menunjukkan sebenarnya perusahaan ini tidak sedang bangkrut - setidaknya melihat desainnya yang provokatif ini. GMC PAD ini punya 6 roda, sosoknya seperti mobil raksasa. Ditenagai oleh mesin hybird elektrik-diesel dan teknologi memanage sumber tanaga yang inovatif memastikan kecukupan bahan bakar dan ketersediaan air hingga seminggu, bahkan sebulan!

9. Tumblin’ Tumbleweed Homes

Perusahaan The Tumbleweed Tiny Home punya barang bagus. Rumah mungil yang sempurna ini punya roda, jadi secara "hukum" ini adalah trailer perjalanan dan harusnya gak butuh IMB.

10. Karavan Kapsul


The Capsule Caravan, mungkin mirip permen M&M yang obersized, didesain oleh desainer asal Inggris, David Tonkinson. Trailer bebentuk seperti telur ini dibuat dengan menggabungkan konsep kenyamanan dan layanan yang unik untuk membuat manusia dan mesinnya terpisah. Cocok buat nonton konser musik di tempat yang jauh, kalo kemalaman kapsul ini akan menjadi tempat istirahat yang lebih nyaman daripada di dalam mobil. Salah satu desain karavan yang paling unik.

2 Comments:

sad said...

Water clocks did not depend on the observation of the sky or the thomas sabo sun. The earliest water clock was discovered in the tomb of Amenhotep I who was buried around thomas sabo online shop deutschland 1500 B.C. Greeks called them clepsydras ; they were stone boxes with sloped sides that allowed water to drip thomas sabo anhänger at an almost unceasing rate from a small hole in the bottom.Other clepsydras were cylinders or thomas sabo charm club anhänger bowl formed engineered to slowly fill up with water coming in at a near sustained pace. Markings on the thomas sabo anhänger günstigangebote thomas sabo anhänger at night, it is thought they were utilized in the day hours too. A metal bowl with a hole the bottom was placed in a bigger bowl crammed thomas sabo charm with water.It would fill and then sink in a certain quantity of time.Since water flow was not exactly predictable sabo charms and difficult to control the flow accurately, timepieces that depended on water were very inadequate. People sabo charm were drawn to develop more accurate ways of measuring and telling time.The development of quartz crystal clocks and timepiecesthomas sabo anhänger sale depended on the crystal size, shape, and temperature to create a frequency.

Angellia Laras said...

wah kalau bgt aku jg mau......, klo pergi2 k luar kota kan lumayan apalagi yang butuh berjam2 buat sampe k tujuan kyaknya enak tuh.....

Poskan Komentar