Senin, 13 Juli 2009

Planet Neraka Panasnya Melebihi Matahari

Para astronom menyatakan telah menemukan sebuah planet yang memiliki jarak 200 tahun cahaya dari bumi dengan pembawaan panas hingga 700 derajat celsius.
Saking panasnya, para astronom menyebut planet ini sebagai planet neraka. Pasalnya, dalam hitungan jam, planet tersebut akan mengeluarkan hawa panas hingga 700 derajat celsius, atau sekira 1.300 derajat fahrenheit, lebih panas saat ia berada di posisi dekat dengan matahari.
http://www.spitzer.caltech.edu/Media/releases/ssc2009-02/images/ssc2009-02v1.jpg

http://1.bp.blogspot.com/__e2VLp6gwyk/SYGroVDwVAI/AAAAAAAACA8/ynOxC7jsO1o/s320/HD80606b_heatflow.jpg


Astronom NASA mengaku telah mengumpulkan pencitraan planet tersebut melalui teleskop Spitzer. Satu gambar memperlihatkan adanya garis biru di sisi paling gelap planet tersebut. Sedangkan di sisi sebaliknya, planet tersebut memunculkan warna merah yang semakin menyala.
"Kami menamai planet ini sebagai HD80606b, sebuah planet seperti bola raksasa yang terbentuk dari sekumpulan gas dengan massa berukuran empat kali lipat lebih besar dari planet paling besar yang ada di tata surya kita, Jupiter," ujar ketua tim peneliti dari Universitas California Gregory Laughlin, seperti dikutip melalui AFP, Kamis (29/1/2009).
http://www.sciencedaily.com/images/2009/04/090421080518.jpg

http://wiki.ggc.usg.edu/mediawiki/images/thumb/7/7d/HD_80606b_orbit.jpg/300px-HD_80606b_orbit.jpg

http://i467.photobucket.com/albums/rr39/W4nzz/80246_4.jpg
Lebih lanjut Laughlin mengatakan, saat mengitari luar tata surya, HD80606b dapat menghasilkan panas hingga 1,227 derajat celsius, lebih panas dari luapan larva yang berasal dari letusan gunung berapi.
http://www.portaltotheuniverse.org/static/archives/feeds/feature/feed-49.jpg

Hawa panas dari planet tersebut dapat mengakibatkan atmosfir bumi menjadi lebih panas dan bahkan sampai menciptakan angin kencang, yang dapat bergerak sepanjang tiga mil per detik, dari siang hingga malam hari.
Ilmuwan memprediksi, HD80606b dapat berputar dalam orbit matahari setiap 114 hari sekali.

4 Comments:

Anonim said...

pantesan beberapa hari ni udaranya panas banget.. baek itu siang ato malam.. kerongkongan kering mulu.. hehe bner ga ya gara-2 planet ini??

Chen Kwan Lie said...

Kawan artikelnya bagus2..
Saya baru mulai nge-blog..
Suatu saat saya minta artikelnya tolong diizinkan ya..
Saya dah add linknya di blog saya (antaraakudandunia.blogspot.com)..

Thx.

sad said...

guoweigang Water clocks did not depend on the observation of the sky or the thomas sabo sun. The earliest water clock was discovered in the tomb of Amenhotep I who was buried around thomas sabo online shop deutschland 1500 B.C. Greeks called them clepsydras ; they were stone boxes with sloped sides that allowed water to drip thomas sabo anhänger at an almost unceasing rate from a small hole in the bottom.Other clepsydras were cylinders or thomas sabo charm club anhänger bowl formed engineered to slowly fill up with water coming in at a near sustained pace. Markings on the thomas sabo anhänger günstig inside of the bowl marked the passage of the hours. Though this was employed primarily angebote thomas sabo anhänger at night, it is thought they were utilized in the day hours too. A metal bowl with a hole the bottom was placed in a bigger bowl crammed thomas sabo charm with water.It would fill and then sink in a certain quantity of time.Since water flow was not exactly predictable sabo charms and difficult to control the flow accurately, timepieces that depended on water were very inadequate. People sabo charm were drawn to develop more accurate ways of measuring and telling time.The development of quartz crystal clocks and timepiecesthomas sabo anhänger sale depended on the crystal size, shape, and temperature to create a frequency.

Budi Makmur said...

Individual Wealth Management
Business and Marketing
Commercial Real Estate
Delicious Nutritious Recipes
accumulated depreciation accounts

Poskan Komentar