Sabtu, 07 November 2009

Monaco Dengan Sejuta Pesona

Kepangeranan Monako (bahasa Perancis: Principauté de Monaco atau Monaco; Monegasque: Munegu atau Principatu de Munegu) adalah sebuah negara-kota dan negara terkecil kedua di dunia, setelah Vatikan, yang terletak di antara Laut Mediterania dan Perancis di sepanjang Pantai Biru (Côte d'Azur). Monako juga adalah negara dengan kepadatan penduduk terbesar kedua di dunia.

http://www.i-travel.bg/052/images/EXC/monaco-grand-prix.jpg


Nama Monako berasal dari sebuah koloni Yunani di dekat sana, Monoikos, yang didirikan pada abad ke-6 SM oleh bangsa Phokida (bahasa Inggris: Phocis). Salah satu sumber pendapatan Monako berasal dari sektor pariwisata; setiap tahunnya banyak yang berkunjung ke situ untuk kasino dan cuacanya yang nyaman.

http://www.wired-destinations.com/images/guides/france/Monaco/Monaco%20glitz.jpg

Berbeda dengan kota-kota lainnya yang tersebar di sepanjang French Riviera, Monaco terlihat lebih luks dan elegan. Begitu masuk kota Monaco, sepanjang jalan dipenuhi dengan deretan hotel, toko dan butik mewah keluaran perancang dunia terkenal. Mobil-mobil mewah, seperti Jaguar, Porsche, Mercedez Benz ataupun BMW seri terbaru, berseliweran di jalan raya bersaing dengan puluhan yacht maupun kapal-kapal mewah berukuran sedang yang berjejer rapi di dermaga, yang terletak di seberang jalan yang berbatasan dengan pantai.

http://www.buzzinf1.co.uk/files/2008/05/monaco-gp-view.jpg

Sebagai negara yang dikenal berbiaya hidup tertinggi di kawasan French Riviera, Monaco menjadi tempat tinggal orang-orang jet set maupun tempat tujuan para wisatawan kaya yang ingin memanjakan diri. Salah satu tempat yang menjadi daya tarik utama sekaligus ciri khas Monaco, tentu saja adalah kasino. Salah satu kasino tertua dan paling terkenal di Monaco, bahkan juga di seluruh dunia, adalah Casino de Monte-Carlo yang terletak di jantung kota Monaco.

http://i522.photobucket.com/albums/w348/muschopan/monaco.jpg

Kasino yang didirikan sejak tahun 1863 buah gagasan miliuner Francois Blanc dan Pangeran Charles III, sering disebut sebagai haute-nya perjudian. Ini bisa terlihat dari arsitektur karya arsitek Charles Garnier yang bergaya Belle Epoque, lengkap dengan lukisan serta hiasan mewah yang terpasang di setiap inci bangunan. Tak heran, berkat keelokannya, Casino de Monte Carlo kerap dijadikan lokasi syuting berbagai film box office dunia.

http://www.pokerstarsblog.com/_MG_7490_Pieter_De_Korver_EPT5MON_Neil_Stoddart.jpg

Yang paling membedakan Casino de Monte Carlo dengan kasino-kasino lainnya di seluruh dunia adalah pelayanannya yang eksklusif terhadap para pelanggan setianya. Kasino ini menyediakan empat salon super-private bagi para tamu istimewa mereka yang ingin menghabiskan taruhan mulai dari ratusan ribu hingga jutaan euro. Di sini, para tamu bebas melakukan apa saja sekehendak hati. Dari menata meja permainan sesuai keinginannya, hingga meminta pertunjukan kabaret dan jamuan makan spesial usai mereka bermain judi.

http://k41.pbase.com/v3/48/428448/2/50995956.Monaco03.jpg

Selain kasino, Monaco juga memiliki objek wisata lainnya. Apalagi kalau bukan Istana, tempat tinggal Pangeran Rainier III. Upacara pergantian pengawal istana yang berlangsung setiap pukul 11.55 itu, cukup menarik minat wisatawan maupun penduduk lokal. Yang penasaran melihat Istana bisa terpuaskan dengan membayar 6 euro.

http://www.planetware.com/i/photo/musee-oceanographique-monaco-mc751.jpg

Karena letaknya di tepi laut, Monaco juga memiliki museum andalan Oceanographic Museum, yang digagas oleh Pangeran Albert I dari Monaco, mantan Angkatan Laut sekaligus peneliti kelautan. Di sini digelar berbagai koleksi ilmiah beliau yang terdiri dari berbai jenis ikan, spesimen hingga kerangka tulang ikan.

http://monacotips.files.wordpress.com/2009/04/monaco-home.jpg

Jika menyukai St. Paul, Anda pasti juga akan mencintai Eze, yang memiliki lokasi di atas bukit bernama Mont Bastide dengan struktur bangunan serta kekayaan alam yang mirip dengan St. Paul. Untuk menghadapi serangan musuh sekaligus melawan badai, rumah-rumah di sekitar perkampungan Eze dikitari oleh benteng. Posisi rumah mereka juga menjorok masuk ke dalam bukit dengan jalan berbatu yang didirikan sejak abad pertengahan dan tetap dipertahankan hingga sekarang. Bahkan di puncak bukit masih ada reruntuhan kastil peninggalan abad pertengahan dulu.

http://www.freefoto.com/images/807/20/807_20_546---Monte-Carlo--Monaco_web.jpg

Beda dengan St. Paul yang dipadati penduduk maupun turis, Eze jauh lebih senyap. Terlebih di musim dingin, penduduk yang tinggal hanya sekitar 30 orang, sementara yang lainnya mengungsi ke kota lain yang lebih hangat. Dengan kekayaan alamnya yang indah, bukit hijau menjulang dengan hamparan Laut Mediterania di seberangnya, Eze mampu memukau banyak turis dan artis dunia seperti vokalis U2 Bono juga pasangan Pangeran Rainier dan Putri Grace Kelly asal Monaco yang memiliki vila di sana.

http://www.auscillate.com/images/monaco_fontvieille.jpg

Objek wisata lain yang tak boleh dilewatkan adalah Le Jardin Exotique yang dipenuhi tanaman kaktus Amerika Selatan serta tanaman langka lainnya. Jangan pula lewatkan mengunjungi pabrik sekaligus toko parfum tradisional terkenal, Fragonard, yang berdiri sejak 1926. Pabrik parfum eksklusif ini hanya berada di Grasse dan Eze saja. Dari sekian banyak tanaman dan bunga yang dipakai Fragonard, dua di antaranya berasal dari Indonesia, yaitu Santal dan Patchouli. Siapa sangka, nama Indonesia juga dikenal di desa terpencil nan cantik seperti Eze

6 Comments:

Anonim said...

kpn indonesia ky gni y .. kren .. nice

Mengembalikan Jati Diri Bangsa said...

wah kota yang menawan, ayo Indonesia kapan mo bikin kayak gini?

Anonim said...

boro2 kaya' gitu...
lha lampu aja giliran mati kok....
gimana mau bisa seperti itu?

Anonim said...

mas kyaknya d monaco ada sirkuit deh,,gk ada info nya ya?? kan mrpkan obyek yg menarik juga!!

sad said...

Water clocks did not depend on the observation of the sky or the thomas sabo sun. The earliest water clock was discovered in the tomb of Amenhotep I who was buried around thomas sabo online shop deutschland 1500 B.C. Greeks called them clepsydras ; they were stone boxes with sloped sides that allowed water to drip thomas sabo anhänger at an almost unceasing rate from a small hole in the bottom.Other clepsydras were cylinders or thomas sabo charm club anhänger bowl formed engineered to slowly fill up with water coming in at a near sustained pace. Markings on the thomas sabo anhänger günstigangebote thomas sabo anhänger at night, it is thought they were utilized in the day hours too. A metal bowl with a hole the bottom was placed in a bigger bowl crammed thomas sabo charm with water.It would fill and then sink in a certain quantity of time.Since water flow was not exactly predictable sabo charms and difficult to control the flow accurately, timepieces that depended on water were very inadequate. People sabo charm were drawn to develop more accurate ways of measuring and telling time.The development of quartz crystal clocks and timepiecesthomas sabo anhänger sale depended on the crystal size, shape, and temperature to create a frequency.

Budi Makmur said...

Business Insurance Services
Capital Investment Management
Business and Marketing
Benchmark Property Management
Personal Finance and Business
Your Business Insurance

Poskan Komentar