Senin, 24 Agustus 2009

Perbudakan Anak Di China Yang Memilukan

Seorang bloger di China menempatkan sebuah artikel pada internet disertai serangkaian foto kehidupan gadis 15 tahun---seorang gadis yang mendapat pujian sebagai "gadis kelahiran 1990-an paling bijaksana."


Zhang Qianqian (15) bekerja 12 jam sehari pada pembuatan batu bata di pedesaan China selama liburan musim panas.


Namanya Zhang Qianqian, dan ia bekerja pada tempat pembuatan batu bata di kota Guizou, 12 jam sehari selama liburan musim panas. Selain itu ia juga mengasuh adik perempuan serta si-kembar saudara bungsunya. Kisah Zhang membuktikan sebuah semboyan China kuno: "Anak-anak keluarga miskin menjadi penyambung hidup sejak dini.
Seorang bloger telah menanggapi foto-foto tersebut, "Hidup tidaklah mudah. Sama seperti gadis muda itu, ia tidak dapat menikmati liburan musim panasnya, karena harus bekerja keras untuk mengurangi beban orang tuanya."



Zhang Qianqian memiliki tiga saudara kandung; yang termuda, kembar.

Banyak dari yang lain juga menyatakan simpati mereka. Seseorang telah menulis, "Betapa pahitnya! Saya tidak dapat membantu, air mata terasa menetes setiap memandang foto tersebut. Itu mengingatkan saya pada masa kanak-kanak saya di pedesaan,"
Menurut penulis artikel foto tersebut, foto-foto itu diambil pada sebuah tempat pembuatan batu bata di wilayah pedesaan, selatan provinsi Jiangsu. Buruh-buruh disana bekerja dari pukul 6 pagi sampai 6 sore dengan istirahat singkat disiang hari.


Zhang Qianqian sedang merawat salah satu adiknya.

Gadis dalam foto tersebut harus menarik pedati untuk mengirim batu bata, sambil mengasuh beberapa saudara kecilnya yang sedang bermain. Sebagai pengirim batu bata, para buruh mendapat upah sekitar 30 yuan (kira-kira US$4,40) per-hari.
Penulis itu mengatakan bahwa ia tidak berniat memperoleh uang dari foto-foto ini. Ingin melakukan suatu hal yang mungkin dapat membangkitkan perasaan kasihan sang majikan untuk membebaskan gadis tersebut dari perbudakan.


Kembali dari mengirim batu bata.

Tempat pembuatan batu bata dan buruh anak-anak menjadi topik sensitif setelah media mengungkap, banyaknya anak-anak yang dijadikan budak oleh perusahaan batu bata illegal di China dalam beberapa tahun terakhir ini.

9 Comments:

Anonim said...

jangan hanya kasihan tapi bantu donk....

Anonim said...

lu juga..jangan cuma bisa ngomong doank...di indo aja byk yg kayak gini kok..

Anonim said...

la qm juga coment doank gk da yg bntuin , ,
omong doang!!

Anonim said...

preeeeeeeeeetttttt......

misran vauzy said...

kemiskinan adalah pelita di dalam terang yang tak bisa menandingi cahaya mata hari jangan kan mau di perhatikan di lirik aja nggak sementara banyak yang berharta selalu menumpuk harta seakan akan harta nya ia bawa mati

Anonim said...

Banyak ngomong.....ngemeng kemlaut aje loh ah

Anonim said...

dewa lu semua.... mari bantu dgn doa

Anonim said...

gw mau untuk mengasuh anak ini

Rulli Respati said...

di Indo banyak yang lebih berat dari itu, mari bantu sama-sam, langkah pertama adalah, ambil sikap tubuh, dan berdoalah buat mereka...Tuhan pasti sanggup

Poskan Komentar