Senin, 24 Agustus 2009

5 Film Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

1.Laskar Pelangi (2008)
http://i42.tinypic.com/2dufo05.jpg

Laskar Pelangi (2008) adalah sebuah film garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 25 September 2008 dan merupakan adaptasi dari novel karangan Andrea Hirata, pada saat libur Lebaran. Skenarionya ditulis oleh Salman Aristo yang juga menulis naskah film Ayat-Ayat Cinta dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana. Hingga Maret 2009, Laskar Pelangi telah ditonton oleh 4,6 juta orang. Themesongnya(by Nidji) pun sampai sekarang masih menjadi Lagu yang laris di Indonesia.



2. Tjoet Nja’ Dhien (1986)
Sebuah masterpiece! Tak ada yang menyangkal Tjoet Nja’ Dhien (1986) dibilang begitu. Film debut penyutradaraan Eros Djarot itu butuh waktu dua tahun buat menyelesaikannya. Pemeran utamanya, Christine Hakim jadi legenda hidup gara-gara film ini. Berkat Tjoet Nja’ Dhien, setiap aktris muda pasti menyebutnya sebagai panutan atau bintang idola. Tak ada yang menyangkal pula, sebagai Tjoet Nja’ Dhien, Christine berakting sempurna.

http://i364.photobucket.com/albums/oo83/unsurhara/tjoetposter.jpg

Tak cuma Christine saja yang serba bagus di film ini. Filmnya sendiri, sebagai sebuah kesatuan karya sinema, nyaris tanpa cacat (diganjar 8 Piala Citra di FFI 1988). Tjoet Nja Dhien tak berisi uraian biografis kehidupan pahlawan dari Tanah Rencong itu. Melainkan juga berisi drama, pengkhianatan, dan kebesaran jiwa. Tak aneh rasanya kalau Tjoet Nja’ Dhien merupakan puncak pencapaian dunia perfilman kita yang belum terlewati hingga kini.


3. Naga Bonar (1986)
Lewat Naga Bonar, Asrul Sani lagi-lagi membuktikan bakat besarnya sebagai salah satu penulis cerita terbaik yang pernah dipunyai negeri ini. Asrul piawai menghadirkan dialog yang memicu tawa, yang begitu dipikir lebih dalam ternyata mengandung makna luhur. Naga Bonar hadir buat berkelakar. Namun, ia tak berkelakar sembarangan. Yang jadi bahan kelakar justru pejuang negeri saat perang kemerdekaan berlangsung. Naga Bonar menyindir pemujaan pada para pahlawan.

http://i287.photobucket.com/albums/ll140/0dayMultimedia/nagabonar.jpg

Film ini berpesan, tak semua pejuang di masa lampau itu punya niat suci membela negeri. Ada yang cuma bisa bicara saja. Nah, Jenderal Naga Bonar (diperankan dengan gemilang oleh Deddy Mizwar) pun aslinya pencopet. Tapi dari sosok inilah kemurnian perjuangan lahir. Sebagai karya sinema, Naga Bonar tampil lengkap, berisi sekaligus menghibur; tergarap dengan baik, tanpa cacat cela. Pantas rasanya bila film ini memborong 7 Piala Citra di FI 1987.

4. Ada Apa dengan Cinta? (2001)
Ada Apa dengan Cinta? (AAdC?) jadi salah satu film penting negeri ini. Melahirkan tren yang sudah lama hilang dari jagad sinema kita: film bertema remaja. Selepas AAdC? lahir film-film bertema sejenis. Tren itu juga merambah ke teve. Sejak AAdC?, datang berduyun-duyun sinetron bertema remaja.

http://i209.photobucket.com/albums/bb108/marcopunya/AADC.jpg

Rasanya, sejak Gita Cinta dari SMA (1979) dulu baru ada lagi film Indonesia yang begitu digandrungi remaja. AAdC? tak kurang ditonton sekitar 2,7 juta orang di bioskop. Rudi Soedjarwo, sang sutradara, begitu lancar bertutur (Rudi dapat Piala Citra di FFI 2004).

5.Gie (2005)
Soe Hok Gie, aktivis mahasiswa 1960-an, telah jadi sosok bak pahlawan. Pandangan dan kisah hidupnya memikat Mira Lesmana dan Riri Riza, pemilik Miles Productions. Keduanya lantas menggagas buat mengangkat kisah hidup Gie ke layar lebar. Hasilnya jadilah Gie. Akor ganteng Nicholas Saputra didapuk memerankan Soe Hok Gie.

http://actualchaos.blog.friendster.com/files/gie_wallpaper.jpg

Tentu tampang Nico yang ganteng tak mirip Gie asli, akan tetapi ia bisa berakting (buktinya Nico diganjar FFI 2005 buat aktor terbaik). Sebuah gagasan yang mengingatkan kita pada mahakarya Usmar Ismail, Lewat Djam Malam (1954)

12 Comments:

adwan said...

kcb mana bos? 3 hari pertama aja penontonnya udah ratusan ribu

baju busana said...

ayat-ayat cinta kok ga masuk??
tapi suka bgt am laskar pelanginya am ada apa dngan cinta jg kuk...
sweet remember gt loh..
hehehe...

Guntur Hermanto said...

aduh maaf sya hmpir lupa... akn saya revisi ulang artikel ini

Obbie Afri said...

Menurut pendapat siapa ini gan.??????

Anonim said...

aduh ... kasihan sekali kau Guntur, terlihat jelas pengetahuan ttg filmmu yang MINIM ...

mungkin judulnya 5 film ndonesia terbaik sepanjang Guntur menonton ...

Guntur ngga ngecek film jaman dahulu? seperti, Pengkhianatan G30S PKI?

Mana penelitian dan penilaian lainnya? Berdasarkan apa? Film-film yang ditonton/dibandingkan, apa aja? Paling nonton Cut Nyak Dien cuma di vcd bajakan ... Cek dulu film perjuangan jaman dulu. Bandingkan hasilnya dengan film sekarang...

Di delete aja deh postingan beginian ... Bikin malu Guntur aja. Mau meng'eksis'kan website, tapi akhirnya meng'eksis'kan KEBODOHAN .... haduuuuuhhhh ... Kesian Deh ....

Anonim said...

bukannya film g30s pki itu penuh dengan kontroversi dan konspirasi bro??

Anonim said...

duh yg ngerasa punya pengetahuan ttg film" terbaik indonesia, bikin dong posting ky guntur.. jgn cuma bisa kritik doang.. situ yg bikin malu, sudah baca menghina pula..

Anonim said...

mungkin yang perlu dirubah hanya judulnya aja. misalnya :
1. film tekenal di Indonesia sepanjang masa;
2. film Indonesia yang gw suka;
3. dll.

maksudnya supaya gak banyak yang protes, makna terbaik dalam judul postingan ini menuai kritik terbaik menurut siapa ataw terbaik yang di sadur dari mana.

buat guntur, salut dariku dan teruslah posting segala hal yang menarik di dunia. piss.

Anonim said...

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air...Saudara-saudaraku tukang baca, tukang on-line, tukang posting, tukang ngeblok..saudara-saudaraku yang ada di pelosok-pelosok negeri ini. Saudara-saudaraku warga negara Republik ini. Marilah kita bersatu dan jangan saling mencela. Marilah kita saling membangun.Mari kita ambil pepatah Jawa yang mengatakan "Ojo rumongso biso, nanging biso o rumongso" (jangan merasa bisa tetapi bisalah merasa).

Anonim said...

AADC hehehe

Anonim said...

goblok kabeh

Anonim said...

hahahhahahahhahhha....lucu2nya orang2 nih...wong filmnya gak protes og dibilang terbaik kwkwkwkwkwkwkwkwkwkww....

Poskan Komentar