Rabu, 10 Juni 2009

Pegunungan Huayao Dengan Segala Keunikannya

DI Gunung Huxing dengan ketinggian 1300 meter di atas permulaan laut bagian barat laut Hunan, tinggallah suatu subetnis dari etnis Yao, yaitu Huayao.

Jumlah mereka sekitar 5 ribu orang. Subetnis ini hampir dilupakan dalam catatan etnis Yao. Gelombang demi gelombang wisatawan tertarik oleh busana orang Yao yang mencolok dan beraneka ragam, adat istiadat yang misterius dan jujur, serta pohon-pohon tua yang mendampingi mereka. Dalam edisi kali ini, marilah kita bersama-sama mengunjungi benteng pegunungan Huayao yang indah dan misterius ini.

http://indonesian.cri.cn/mmsource/images/2008/12/03/zjj.jpg

Huayao memiliki sejarah sekitar 400 tahun. Mengapa disebut Huayao? Karena pakaian kami khususnya pakaian para gadisnya semua disulam sendiri. Sangat cantik kalau dipakai, Maka kami disebut Huayao yang berarti Etnis Yao yang berwarna warni.

Busana kami terdiri dari kain kepala yang mencolok, baju atas yang berwarna biru tua dengan panjang yang menutupi lutut, gaun sulaman yang tebal dan berat, ikat pinggang lebar berwarna-warni yang bisa diikat dengan puluhan pengait berbentuk bundar di pingggang. Semua itu adalah tanda gadis Huayao. Tusuk demi tusuk jarum menyulam bentuk naga, phoenix, bunga, burung, ulat atau ikan sebagai hiasan pakaian bersama dengan bayangan gadis-gadis Huayao.

Gadis Huayao sejak kecil belajar menyulam. Ia harus menyulam satu gaun yang bisa dipakai seumur hidupnya sebelum menikah. Bila tidak, tidak akan ada yang menikah dengannya. Maka, gadis-gadis sering menyulam bersama-sama. Mereka diam-diam saling membandingkan teknik sulam satu sama lain.

Menurut gadis-gadis Huayao, satu gaun Huayao perlu disulam dengan 300 ribu tusuk jarum. Paling cepat, satu gaun bisa selesai dalam waktu setengah tahun. Akan tetapi, perempuan-perempuan Huayao sungguh-sungguh mencintai kecantikan. Mereka bahkan tidak melepaskan gaun dan kain kepala ketika sedang berladang. Mereka menghiasi gunung Huxing yang mereka huni dengan gaun-gaun mereka yang terlihat seperti bunga gunung yang bergerak-gerak dan mencolok warnanya.

Kehidupan orang Huayao tidak lepas dari pohon tua. Di sekitar setiap desa terdapat pepohonan tua yang berjenis kamper, ekaliptus dan lain-lain. Seorang pria Huayao Feng Zhi'an tersenyum ketika menjelaskan hal ini kepada wartawan kami:

Kami sangat menghargai pohon tua. Kalau Anda tersesat berjalan di gunung Yao, ingatlah nasehat orang lanjut usia yaitu di mana ada pohon tua, di situ ada rumah.

Orang Huayao yakin pohon tualah yang memelihara sukunya. Mereka berharap punya daya hidup yang keras seperti pohon tua itu. Bila melewati sebuah pohon tua, orang-orang desa akan meraba pohon itu. Menurut adat mereka, hal itu akan mendatangkan rezeki bagi suku mereka.

http://traditions.cultural-china.com/chinaWH/upload/upfiles/2009-04/23/huayao_dai_people_tie_the_knots_at_the_gate774d498d871977955080.jpg

Adat istiadat Huayao sangat banyak. Yang paling istimewa adalah adat pernikahan. Bila seorang gadis menikah, semua orang di benteng ikut sibuk. Yang laki-laki akan mengikuti tim penyambutan pengantin dengan mengenangkan rompi yang disulam bunga. Sedangkan yang wanita bersiap menemani gadis yang akan dinikahi dengan mengenangkan pakaian yang terbaru, sambil menggenggam payung sutra warna merah.

Menurut adat istiadat Huayao, tokoh utama dalam pernikahan bukan pengantin, melainkan sang mak comblang. Yang memperkenalkan calon pengantin pria dengan calon pengantin wanita adalah seorang pria penghubung dan disebut mak comblang. Mak comblang pengetahuannya luas dan dihormati. Dalam upacara pernikahan, sahabat-sahabat pengantin wanita melemparkan lumpur pada mak comblang. Meskipun tubuh mak comblang akan penuh lumpur, tapi hatinya malah senang sekali.

Malam pernikahan merupakan hari yang penuh kebahagiaan di benteng pegunungan Yao. Api unggun dinyalakan. Semua orang bergembira selama semalaman dengan api unggun yang membuat langit menjadi terang. Warga setempat berkerumun di sana dan bergembira ria. Cerita dari adat istiadat kuno Huayao setiap hari dipentaskan dalam acara ini.

1 Comment:

sad said...

Die Zeitmessung hat ein Ziel des Menschen von thomas sabo online Anfang an und eine Zeitleiste wurde Ihnen beim Verständnis helfen, wie wir wo sind wir mit Uhren bekam. Uhren haben so viele neue thomas sabo schmuck günstig Funktionen. Sie haben das Datum, die Zeit, mal über Zeitzonen hinweg, und angebote thomas sabo einige haben Stoppuhren. Die meisten Uhren haben eine Art von Alarm in ihnen. Die Möglichkeiten sind unbegrenzt und anhänger kette ich kann wirklich einen Dick Tracy Art zu sehen sein echt.Hier eine Chronologie der Geschichte zu sehen. Einige kette thomas sabo der Jahre möglicherweise nicht in chronologischer Reihenfolge aufgeführt werden, aber ich habe sie so nah wie thomas sabo kette möglich. Es ist sehr interessant zu erfahren, wie Uhren entwickelt haben. Es ist erstaunlich, wenn ich an den Köpfen der Menschen, die ihre Hand bei der Schaffung von Uhren, wie klug und schmuck thomas sabo ketten technische sie gewesen sein musste denken!Vor Das Hauptproblem war die thomas sabo ohrschmuck treibende Kraft der Uhren liefen wurden Gewichtungen. Dies machte es angebote thomas sabo ohrschmuck schwierig, sie herumtragen. Henlien war fünfzehn Gulden für eine vergoldete Moschus-Apfel thomas sabo ohrringe mit einer Uhr gezahlt.

Poskan Komentar